Pre Eklamsia Berat ( PEB )

pre eklamsia berat peb RSIA Harapan Mulia

Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?


Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine (proteinuria) atau gangguan fungsi hati. Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah

Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui.

Gejala Pre Eklamsia Berat (PEB) dan Perbedaannya dengan Pre Eklamsia Ringan


Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berusia lebih dari 20 minggu, tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg setelah diperiksa 2 kali dalam jeda 4 jam, terdapat 0,3 gram protein dalam sampel urine 24 jam, dan tak ada masalah lain pada ibu maupun janin. Jika Anda didiagnosis menderita preeklampsia ringan dan tingkat keparahannya tidak bertambah, maka kondisi Anda dan janin akan dipantau hingga terjadi penurunan tekanan darah.

Jika kehamilan sudah di usia 37-40 minggu, maka dokter pun akan menginduksi persalinan. Pemberian obat juga mungkin dilakukan untuk mempersiapkan serviks dalam menghadapi persalinan.

Sementara, Peb adalah masalah preeklampsia yang lebih serius. Pada preeklampsia berat terdapat tanda-tanda preeklampsia ringan serta beberapa indikasi masalah tambahan baik pada ibu maupun janin.

Jika salah satu gejala berikut menyertai, maka bisa disebut preeklampsia berat:

  • Munculnya tanda-tanda masalah sistem saraf pusat, seperti sakit kepala parah, penglihatan kabur, dan perubahan status mental
  • Munculnya tanda-tanda masalah hati, seperti sakit perut, mual, dan muntah
  • Munculnya tanda-tanda masalah pernapasan, seperti edema paru dan warna kebiruan pada kulit
  • Setidaknya dalam dua kali tes fungsi hati didapat peningkatan kadar enzim
  • Tekanan darah sangat tinggi, yaitu lebih dari 160/110 mmHg
  • Jumlah trombosit rendah (trombositopenia)
  • Terdapat lebih dari 5 gram protein dalam sampel urine 24 jam
  • Urine yang keluar sangatlah rendah kira-kira kurang dari 500 ml dalam 24 jam
  • Pembatasan pertumbuhan janin
  • Stroke (jarang terjadi)

Dalam kasus yang jarang terjadi, preeklampsia dapat muncul setelah melahirkan. Adapun tanda dari preeklampsia postpartum, yaitu nyeri perut, sakit kepala atau pembengkakan di wajah dan tangan

Sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur agar masalah yang ada dapat dideteksi sedini mungkin. Jangan sampai abai karena bisa membahayakan diri Anda sendiri maupun janin yang tengah dikandung

Bahaya preeklampsia berat ( PEB ) bagi ibu maupun janin


Penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa kondisi seperti masalah pada pembuluh darah hingga masalah pada plasenta bisa menjadi penyebab utamanya. Faktor genetik, diet berat badan, hingga gangguan autoimun juga bisa menyebabkan kondisi ini.

Jika tak mendapat penanganan dengan segera, maka ibu dan janin bisa mengalami masalah yang serius sebagai berikut:

1. Komplikasi preeklamsia berat pada usia kehamilan sebelum 28 minggu

Ketika preeklampsia berat terjadi sebelum 28 minggu kehamilan, ibu berisiko mengalami komplikasi berupa kejang, edema paru, gagal ginjal, dan stroke. Sementara, janin bisa mengalami kematian, persalinan sebelum waktunya, dan keterbelakangan pertumbuhan

2. Komplikasi preeklamsia berat pada usia kehamilan 28-36 minggu

Ketika preeklampsia berat terjadi pada kehamilan 28-36 minggu, risikonya serupa dengan yang dapat terjadi pada Peb sebelum kehamilan 28 minggu. Sementara, jika Anda sedang hamil 28-32 minggu dan harus segera melahirkan, maka bayi Anda berisiko tinggi mengalami komplikasi bahkan kematian.

Beberapa bayi yang selamat juga umumnya mengalami cacat jangka panjang. Oleh sebab itu, dokter akan menunggu selama beberapa waktu sebelum melakukan persalinan. Selama menunggu, dokter akan memberi magnesium sulfate untuk mencegah kejang-kejang (eklampsia). Selain itu, obat lain juga diberikan untuk menurunkan tekanan darah dan untuk membantu paru-paru bayi berkembang. Anda juga diharuskan rawat inap sampai melahirkan

Sedangkan, jika preeklampsia berat pada usia kehamilan 34 minggu atau lebih maka dokter akan segera merekomendasikan persalinan. Sebelum menginjak usia 34 minggu, dokter pun akan meresepkan steroid sebelum menginduksi persalinan guna menguatkan paru-paru bayi. Waktu persalinan dapat ditentukan oleh seberapa parah kondisi yang terjadi.

3. Komplikasi preeklampsia berat pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih

Masih terdapat risiko komplikasi bagi ibu jika Peb berkembang pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih, namun risiko terhadap janin berkurang. Sebab janin telah dianggap cukup bulan untuk persalinan.

Cara penanganan preeklampsia berat


Penanganan Peb pada kehamilan membutuhkan rawat inap dan pemantauan yang ketat. Dokter kemungkinan akan menginduksi persalinan jika kehamilan Anda berusia 34 minggu atau lebih, bergantung pada perkembangan tingkat keparahan kondisi, dan apabila kesehatan janin menurun.

Jika bayi tidak cukup usianya untuk lahir, dokter mungkin akan mengobati preeklampsia, sampai bayi cukup berkembang untuk dapat dilahirkan dengan aman. Dokter juga akan membantu mengendalikan tekanan darah dengan obat-obatan, seperti hydralazine, labetalol, dan nifedipine. Sejumlah perawatan lain yang mungkin dilakukan adalah menyuntikkan magnesium ke dalam vena untuk mencegah kejang hingga disarankan untuk minum banyak cairan

Artikel Lainnya


Covid-19 Harapan Mulia

Covid-19


Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang ...

Read More
Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Harapan Mulia

Cara Mengatasi Mual Saat Hamil


Mual merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil. Walau dikenal dengan istilah morning sickness, mual dan muntah ini tidak hanya terjadi di pagi hari. Mual yang biasanya disertai dengan muntah dan pusing ...

Read More
Stunting Harapan Mulia

Apa Itu Stunting ?


Definisi stunting sendiri mengalami perubahan. Menurut WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau ...

Read More